Jumat, 27 Februari 2009

Semua diciptakan untuk manusia, termasuk ...

Salam Sirnagalih,

Dalam berbagai pelajaran yang disampaikan oleh Guru, khususnya yang
berhubungan dengan materialisasi, Guru mengatakan bahwa semua
kebutuhan manusia sudah tersedia di dunia ini. Semuanya telah
diciptakan untuk manusia, untuk menunjang kehidupan manusia.

Pada suatu ketika, ada seorang praktisi Sirnagalih yang datang ke
saya. Sepertinya dia ingin berkonsultasi dengan saya. Seperti biasa,
babak pertama pembicaraan saya isi dengan mendengarkan. Praktisi itu
bercerita panjang lebar dan saya hanya manggut - manggut saja. Gaya
ceritanya khas sekali, dengan suara yang bergelombang dilengkapi
dengan gerakan tangannya yang atraktif.

Lama sekali dia bercerita dan selama itu saya hanya mendengarkan,
sambil manggut - manggut, dan sesekali menyambungkan kata-katanya
untuk memberikan kesan kepadanya bahwa saya masih mendengarkan dan
saya mengerti apa yang dia sampaikan.

Lumayan lama juga dia bercerita sehingga tanpa terasa waktu telah
berlalu lebih dari 1 jam. Barulah dia mengajukan pertanyaan kepada
saya dan memberikan kesempatan kepada saya untuk berbicara.

Sebenarnya, inti cerita dia hanya satu. Dia menterjemahkan pelajaran
yang diberikan oleh Guru secara sempit. Apa yang dia tangkap dari
ucapan Guru tentang "semuanya diciptakan untuk manusia" adalah sisi
enak nya saja, sisi nikmatnya saja. Oleh karena itu, dia tidak bisa
menerima kenyataan dalam kehidupannya yang banyak masalah, banyak
kesulitan, banyak benturan, dan sebagainya. Dia mengeluh dan dalam
keluhannya itu, dia menyalahkan orang lain. Dia merasa bahwa semua
masalah yang dia hadapi sekarang terjadi karena orang lain.

Ketika saya sampaikan bahwa apa yang terjadi dalam kehidupannya saat
ini bersumber dari dirinya sendiri, dia tidak bisa menerimanya. Dia
mulai menceritakan bagaimana dia telah berbuat baik melalui berbagai
macam cara. Pokoknya, dia tidak bisa menerima kalau saya mengatakan
bahwa dia harus merubah jalan pikirannya, walaupun saya telah
membongkar masalah yang dia hadapi satu per satu dan menghubungkannya
dengan apa yang telah dilakukannya sehingga masalah itu muncul.

Jadi, perlulah kita ingat salah satu pelajaran dari Guru tentang
bersyukur, bahwa kita harus bisa mendayagunakan semua yang kita
dapatkan saat ini untuk mencapai kualitas diri yang lebih baik. Dalam
pelajaran ini terkandung makna bahwa kita harus bisa menerima semua
kenyataan dalam kehidupan kita, entah itu enak dan nikmat ataupun
tidak enak dan menyakitkan, semua harus bisa kita pakai sebagai batu
loncatan untuk meningkatkan kualitas diri kita.

Sang Pencipta alam semesta ini tidak hanya menyediakan segala yang
enak dan nikmat untuk manusia, tapi dia juga menyediakan penderitaan,
kesusahan, penyakit, kejahatan, dan sebagainya yang tidak mengenakkan
bagi manusia. Apakah Sang Pencipta itu masa bodoh, sehingga dia tidak
peduli dengan segala yang tidak enak itu ? Jawabannya, tidak ...

Semuanya yang tidak enak itu disediakan. Yaa, 'disediakan', bukan
'dibiarkan'. Beda khan: 'disediakan' dengan 'dibiarkan'. Maksudnya
adalah bahwa semua penderitaan, kejahatan, penyakit, dan segala yang
tidak enak itu disediakan bagi manusia. Untuk apa ..? Untuk menjadi
sarana bagi manusia untuk meningkatkan kualitas dirinya.

Bagaimana manusia bisa mengerti tentang 'sehat' kalau manusia tidak
kenal 'sakit' ? Bagaimana manusia bisa kenal 'kaya' kalau manusia
tidak mengenal 'miskin' ? Nah, begitulah ... semua yang tidak enak
itu disediakan bagi manusia agar manusia bisa mengenal apa itu 'enak',
apa itu 'senang'. Dengan mengenal 'senang', barulah manusia bisa
'menyenangkan', maka muncullah motto Sirnagalih: 'senang - menyenangkan'.

Pertanyaan berikutnya: apakah dengan motto 'senang - menyenangkan'
berarti praktisi bisa protes kalau dia tidak saya layani ketika
meminta pengobatan kepada saya ? Dengan tegas saya katakan bahwa saya
bebas memilih orang yang ingin saya obati, karena saya juga pengen
senang. Apakah wajar kalau ada praktisi yang datang kepada saya dan
mengatakan: "Pak Anton, tadi saya makan enak lho, sekarang tolong
obati saya agar saya tetap langsing, ya !!!". Hehehe ... silahkan Anda
berkomentar sendiri.

Salam,
Antonius Suryajaya