Pada masa sekarang ini, banyak sekali manusia senang menilai. Yang ini salah, yang ini benar, yang ini buruk, yang ini bagus, yang ini perlu, yang ini tidak perlu, dan sebagainya. Bukan hanya berhenti pada penilaian, tapi juga sudah sampai pada tingkat penghakiman. Yang merasa benar menghakimi mereka yang dianggap bersalah, padahal yang disalahkan itupun merasa kalau mereka benar. Situasi seperti ini semakin lama membuat kehidupan bermasyarakat menjadi semakin membingungkan. Pada akhirnya, kondisi masyarakat mengarah kepada masa barbarian ketika hukum rimba menjadi hukum satu-satunya yang berlaku di dalam masyarakat.
Seandainya kita duduk sejenak dan kita renungkan dengan kepala dingin, sebenarnya darimanakah asalnya benar dan salah, baik dan buruk itu? Kenapa manusia sekarang senang sekali menilai bahkan sampai menghakimi ?
Di dalam agama Kristen atau Katolik, yang kitab sucinya disebut Alkitab, dalam kitab Kejadian bab 1 yang menceritakan tentang penciptaan dunia, dikatakan bahwa Tuhan melihat semuanya adalah baik adanya. Kata - kata itu diulang sebanyak 5 kali dalam 1 bab yang singkat ini. Tuhan melihat segalanya adalah baik (bahkan sangat baik) adanya.
Jadi, sang Pencipta pun telah melihat bahwa semua yang telah diciptakanNya itu baik adanya. Pertanyaannya: apakah semua yang ada di alam ini adalah hasil ciptaan Tuhan ? Apakah ada di antara manusia yang berani mengatakan bahwa ada sesuatu di alam ini yang bukan merupakan hasil ciptaan Tuhan ? Kalau ada, coba katakan, supaya saya juga tahu bahwa ada yang bukan diciptakan oleh Tuhan.
Kalau segala sesuatu yang ada di alam ini adalah ciptaan Tuhan, dan karena Tuhan sendiri sudah mengatakan bahwa segalanya itu baik adanya, maka semua yang ada di dalam alam ini tentunya baik adanya. Ya, segalanya adalah baik adanya.
Lalu, kenapa ada manusia yang bisa mengatakan bahwa yang ini baik dan yang itu buruk ? Apakah manusia itu lebih pintar daripada Tuhan yang telah menciptakannya, sehingga dia berani melakukan koreksi atas ucapan Tuhannya ?
Kalau kita renungkan lebih dalam lagi, menilai benar dan salah itu sama seperti kita melihat kepingan mata uang dari sebelah sisi saja. Kalau sisi terangnya yang kita lihat, maka keseluruhan kepingan mata uang itu akan terlihat terang. Tapi, kalau kita melihatnya dari sisi gelapnya, maka keseluruhan kepingan mata uang itupun akan terlihat gelap.
Demikian juga halnya kalau kita melihat suatu hal dari sisi baiknya, maka hal itu akan terlihat baik. Sebaliknya, kalau kita melihatnya dari sisi buruknya, maka hal itupun akan terlihat buruk secara keseluruhan. Padahal, kalau kita mau melihatnya secara lebih lengkap, maka kita bisa melihat hal itu secara lebih lengkap.
Sekarang, kalau kita merenungkan lebih dalam lagi, sebenarnya siapa atau apa yang menyebabkan kita cenderung melihat sesuatu dari sisi baiknya atau dari sisi buruknya ? Ya, pola pikir kitalah yang mengarahkan kecenderungan kita dalam menilai segala sesuatu. Apabila pola pikir kita positif, maka segala sesuatu yang kita lihat akan terlihat positif dan baik. Sebaliknya, apabila pola pikir kita negatif, maka segala sesuatu yang kita lihat akan terlihat negatif dan tidak menyenangkan.
Jadi, pola pikir kitalah yang menciptakan dunia kita. Ketika pola pikir positif yang kita gunakan, maka dunia kita akan terlihat baik dan menyenangkan. Ketika pola pikir negatif yang kita gunakan, maka dunia kita akan terlihat buruk, serba salah, dan tidak menyenangkan. Itulah kekuatan pikiran manusia. Pikiran manusia menciptakan dunianya.
Lalu, kembali kepada sang Pencipta yang telah menciptakan segalanya dalam keadaan baik adanya, apakah benar segala sesuatu yang ada di dalam alam ini adalah baik adanya ? Ya, sudah tentu. Alam semesta ini beserta isinya menjadi baik adanya bagi orang yang berpikiran baik, sehat, dan positif. Dengan demikianlah manusia bisa menciptakan surga di atas dunia ini, yaitu dengan melatih pikiran yang baik, sehat, dan positif.
Kalau manusia dilatih untuk berpikiran tidak sehat dan cenderung negatif, maka bersiaplah untuk menemukan neraka di atas dunia.
Tapi, jangan lupa bahwa neraka itupun adalah ciptaan Tuhan yang sudah barang tentu baik adanya, karena bermanfaat sebagai sarana belajar bagi manusia. Belajar untuk menjadi manusia yang lebih baik dan lebih baik lagi untuk mencapai kesempurnaannya sebagai manusia.