Kamis, 24 Juni 2010

Aku - Kita - Mereka adalah Bumi

Entah apa yang terjadi pada diriku sehingga suatu ketika, aku melihat - merasa - dan menyadari bahwa diriku merupakan bagian dari sang bumi.

Aku dicipta dari bumi, lalu aku bertumbuh dan berkembang dari dan karena bumi. Lalu, suatu saat aku akan kembali dan menyatu dengan bumi. Selama aku hadir di dunia ini, semua kebutuhanku disediakan oleh bumi. Aku mengambil semua kebutuhanku dari bumi untuk aku pergunakan, lalu sisanya aku kembalikan lagi ke bumi. Aku dijaga dan dipelihara oleh bumi. Aku disehatkan oleh bumi, aku diperkaya oleh bumi, dan ketika aku sakit, aku disembuhkan oleh bumi.

Jadi, tubuhku ini sepenuhnya adalah bumi atau setidaknya merupakan bagian dari bumi ini. Sama seperti daun pada pohon belimbing besar di halaman rumahku. Daun itu tumbuh dari pohon itu, lalu semua kebutuhan sang daun disediakan dan diberikan oleh pohon itu. Ketika daun itu terluka, pohon akan merawat dan menyembuhkannya. Ketika daun itu kekurangan air, pohon akan mengalirkan air ke sang daun. Pendek kata, seluruh kebutuhan hidup sang daun disediakan oleh pohon. Tidak ada satu kebutuhan sang daun pun yang tidak disediakan oleh pohon. Oleh karena itu, sang daun adalah bagian dari pohon itu.

Ketika kesadaranku aku arahkan kepada semua orang yang aku jumpai, maka aku melihat - merasa - menyadari bahwa merekapun adalah bagian dari bumi, sama seperti aku. Jadi, aku dan mereka sebenarnya adalah sama dan satu. Orang lain menggunakan istilah esa untuk mengatakan apa yang aku rasakan. Esa yaitu jamak tapi satu, satu tapi jamak.

Ketika aku melihat perbedaan antara aku dan mereka, aku disadarkan bahwa semua perbedaan itu adalah kehendak bumi. Bumi yang mengatur siapa menjadi apa karena mereka semuanya adalah bumi itu sendiri. Sama seperti daun yang satu berbeda dengan daun yang lain karena pohon menghendakinya demikian.

Ketika aku melihat penderitaan, aku disadarkan bahwa bumi memang menghendakinya demikian. Demikian juga ketika aku membaca berita tentang keserakahan seorang manusia, aku disadarkan bahwa manusia itu juga adalah bumi itu sendiri. Bumi menghendakinya maka hal itu terjadi.

Ketika manusia merusak bumi, bumi tidak bisa marah dan tidak bisa menghindar bukan karena bumi tidak bisa dan tidak mampu. Seandainya bumi marah, dalam sekejap mata semua manusia itu akan hancur dan sirna dari muka bumi. Bumi hanya tidak mau melakukannya karena mereka semua juga adalah bumi itu sendiri.

Kalau bumi menghukum mereka, itu sama artinya dengan bumi menghukum dirinya sendiri karena mereka adalah bumi itu sendiri. Manusia dan bumi adalah satu dan sama. Menghukum manusia sama artinya dengan menghukum diri sendiri bagi bumi. Mereka menderita sama artinya dengan bumi menderita karena mereka adalah bumi itu sendiri.

Itulah bumi. Bumi adalah diriku dan diriku adalah bumi. Mengasihi bumi sama artinya dengan mengasihi diri sendiri. Mengasihi sesamaku sama artinya dengan mengasihi bumi dan sama artinya dengan mengasihi diriku sendiri.

Karena aku adalah bumi dan mereka juga adalah bumi. Kita semua sama dan satu karena kita semua adalah bumi.