Agamaku memang Katolik, yang menitikberatkan ajarannya pada Jesus, sampai - sampai Jesus mendapatkan gelar 'Tuhan' di dalam agama ini. Tapi, pengalaman dan perjalanan hidupku menimbulkan sebuah pertanyaan yang tidaklah 'mudah' untuk mendapatkan jawabannya: "Mungkinkah orang seperti Jesus bisa mati di kayu salib?".
Setidaknya, ada 3 hal yang menentang kemungkinan tersebut, sesuai dengan pengalaman dan perjalanan hidupku, yaitu:
Tubuh Jesus yang suci
Apabila memang Jesus sudah mencapai tingkatan 'suci', maka dengan sendirinya tubuh fisiknya pun akan menjadi 'suci'. Artinya, tubuh fisiknya tidak akan mudah (bahkan tidak bisa) dirusak oleh senjata apapun.
Mari kita ingat kembali salah satu pengalaman yang dialami oleh Gusti Pangeran Yang Mulia Haris seperti yang dialami beliau ketika berkunjung ke daerah Majapahit Lama. Ketika itu, beliau sedang berbicara di hadapan para sesepuh di sana tentang manusia dan hati nurani.
Sekonyong - konyong muncul seseorang di belakang beliau dengan belati sepanjang kurang lebih 20 cm di tangannya, langsung menusuk punggung Gusti Pangeran. Tusukan belati sepanjang itu masuk ke dalam badan beliau. Menurut perhitungan awam, tusukan itu menusuk jantung beliau.
Ketika belati itu masuk ke dalam tubuh beliau, beliau pun merasakan sakit yang luar biasa dan darah mengucur deras keluar dari luka yang ditimbulkan dan membasahi baju beliau. Baju beliau yang sobek oleh tusukan belati itu pun bersimbah darah, memerah oleh darah yang mengalir deras keluar dari luka tusukan belati tersebut.
Tapi, begitu belati itu dicabut keluar dari tubuh beliau, seketika itu juga luka tusukan itu lenyap. Daging yang sobek itu telah menyatu kembali dan kulit yang terluka oleh tusukan belati itu telah kembali ke bentuk awalnya seolah - olah tidak pernah terjadi apa-apa pada daging dan kulit tersebut. Yang tersisa hanyalah baju yang sobek dan bersimbah darah.
Kalau mau diberi istilah, mungkin istilah yang tepat untuk itu adalah 'regenerasi seketika'. Ya, regenerasi seketika. Kemampuan regenerasi seketika itu ada dalam tubuh manusia. Semakin tinggi tingkat kesuciannya, akan semakin tinggi pula kemampuan regenerasi seketika yang muncul dalam tubuhnya.
Oleh karena itu, kalau memang Jesus memiliki tingkat kesucian yang tinggi (karena dia diyakini sebagai manusia yang suci, bahkan mendapatkan gelar Tuhan), maka dia pasti memiliki kemampuan regenerasi seketika di dalam dirinya.
Karena, seorang Tuhan pasti akan dilindungi oleh bumi dan alam ini. Oleh karena itu, tidak akan ada sesuatupun di atas bumi ini yang bisa mampu melukai atau merusak tubuh seorang Tuhan. Bukan atas kehendak sang Tuhan itu sendiri, tapi atas kehendak bumi dan alam ini yang akan melindungi Tuhan nya sendiri.
Roh Jesus yang suci
Bumi dan alam akan melindungi Tuhannya sendiri. Oleh karena itu, seorang manusia yang sudah mencapai tingkat kesucian yang tinggi, maka (apabila memang dia akan mati) maka dia akan terhindar dari 10 macam penyebab kematian, antara lain:
Mati karena penyakit, mati karena pembunuhan, mati dalam kecelakaan, mati dalam peperangan, mati karena kelaparan, mati karena disantet, dan sebagainya.
Menurut cerita yang sering disampaikan oleh Gusti Pangeran Yang Mulia Haris, kematian seorang yang suci sebenarnya tidak ada. Orang yang sudah suci adalah orang yang sudah mencapai keabadian. Mereka sudah terlepas dari lingkaran kelahiran - kematian. Tubuh mereka telah mencapai keabadian.
Oleh karena itu, semua cerita tentang kematian seorang yang 'suci' sebenarnya bukanlah cerita kematian biasa. Mereka tidak mati, tapi mereka hanya melakukan proses 'ganti baju'. Itulah istilah yang digunakan oleh Gusti Pangeran untuk menyebutkan apa yang disebut kematian bagi manusia yang sudah sampai pada tingkatan 'suci'.
Jadi, karena Jesus adalah seorang yang suci (bahkan sudah mendapatkan julukan Tuhan), maka setidaknya dia tidak akan mati dalam usia yang relatif masih muda dengan cara dibunuh di kayu salib. Roh yang suci dan tubuh yang suci tidak akan mati dengan cara seperti itu.
Kekuatan Penyembuhan Jesus
Di dalam banyak cerita dalam Kitab Suci, terlihat dengan jelas bahwa Jesus mempunyai kemampuan penyembuhan yang luar biasa besar. Bahkan ada cerita yang memperlihatkan bahwa Jesus mampu menyembuhkan manusia hanya dengan menyentuh jubahNya saja. Beberapa tokoh suci juga mempunyai kemampuan seperti itu.
Kemampuan menyembuhkan orang lain muncul dalam diri seorang manusia karena dia memiliki kekuatan penyembuhan di dalam dirinya. Kekuatan penyembuhan itu memancar keluar dari dirinya sampai sekian jauh dari tubuh fisiknya. Oleh karena itu, setiap orang yang berada di dalam radius pancaran kekuatan penyembuhan itu bisa mendapatkan manfaat penyembuhan darinya.
Bukan hanya orang lain yang akan mendapatkan manfaat dari pancaran kekuatan penyembuhan itu, tapi juga tubuh fisik sang Penyembuh pun akan mendapatkan manfaatnya. Tubuh fisik sang Penyembuh akan senantiasa terjaga sehat dari waktu ke waktu. Bila ada luka pada kulit, maka luka itupun akan sembuh dalam waktu relatif singkat, bahkan bisa sembuh seketika (regenerasi seketika).
Contoh kasus nya tidak perlu jauh - jauh. Di dalam diriku sendiri ada kekuatan penyembuhan seperti itu, walaupun skalanya jauh di bawah para tokoh terkenal dalam praktek penyembuhan seperti ini. Kekuatan di dalam diriku ini sudah mengobati banyak manusia, bahkan ada yang terselamatkan dari ancaman kematian.
Kekuatan yang terpancar dari dalam diriku ini juga berpengaruh pada diriku sendiri. Sudah belasan, bahkan lebih dari 20 tahun aku bekerja tanpa ada 1 haripun aku meminta ijin tidak masuk kantor dengan alasan sakit. Dalam usiaku yang sudah mencapai 46 tahun ini, dengan fisik yang sangat jarang berolah-raga, aku masih tetap sehat.
Apabila kulitku terluka, aku tidak pernah cemas karena aku tahu kalau luka itu akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu yang singkat. Aku hanya perlu mengusap-usap kulitku yang terluka, maka dia akan sembuh sendiri bahkan tanpa bantuan obat luka sekalipun.
Jadi, karena Jesus memiliki kekuatan penyembuhan yang sedemikian besar, maka semua luka penyiksaan dalam proses penyaliban itu pasti akan sembuh dalam waktu yang relatif singkat. Apalagi karena tubuh Jesus sudah mencapai tingkat kesucian tinggi, maka dia pasti memiliki kemampuan 'regenerasi seketika'.
Kesimpulan
Nah, berdasarkan 3 hal di atas, saya menjadi semakin ragu kalau orang seperti Jesus akan mati di salib. Rasanya, tidak mungkin Jesus akan mati di salib, walaupun memang dia menginginkannya. Karena, bumi dan alam ini tidak akan membiarkan tubuh Tuhan nya rusak dan hancur. Tidak akan ada sepotong besipun di bumi ini yang mampu membunuh Tuhan nya sendiri.
Jumat, 21 Januari 2011
Langganan:
Postingan (Atom)