Jumat, 27 Februari 2009

Anak Pilihan

Salam Sirnagalih,

Salah satu pelajaran penting yang saya dapatkan dari Guru adalah
kesempatan untuk membesarkan seorang manusia yang berkualitas.

Ceritanya dimulai ketika istri saya hamil tua. Memasuki usia kehamilan
9 bulan, dia sering bermimpi tentang kambing. Dari sebuah buku
referensi yang saya baca, diceritakan bahwa apabila pada kehamilan tua
sang istri sering bermimpi tentang seseorang atau seekor binatang,
maka ada kemungkinan roh manusia atau binatang itulah yang merasuki
jabang bayi itu.

Mendengar cerita istri saya tentang mimpinya itu, kami teringat akan
kejadian beberapa bulan yang lalu, di mana istri saya menabrak seekor
anak kambing ketika sedang mengantar anak pertama kami ke sekolah.
Kambing itu mati karena tabrakan itu.

Pada satu kesempatan bertemu dengan Guru, saya ceritakanlah perihal
ini kepada Guru. Pada saat itu, saya melihat Guru menggerakkan
tangannya. Ketika saya ingin bicara lebih banyak, Guru
berkata: "Tunggu...". Maka, mengertilah saya bahwa Guru sedang
meneropong jarak jauh.

Tidak lama kemudian, Guru berkata: "Betul, memang kambing yang ada di
rahim istri saya. Si kambing telah memblokir janin itu untuk lahir
menjadi manusia". Rupanya, inilah karma yang harus ditebus oleh saya
dan istri saya.

Dengan welas asihnya yang besar, Guru kembali menggerakkan tangannya.
Ada gerakan seperti menunjuk dan gerakan seperti menyuruh keluar.
Lalu, ada gerakan menangkap di angkasa dan disusul dengan gerakan
seperti memasukkan sesuatu.

Kemudian, Guru bercerita bahwa roh kambing sudah dikeluarkan dari
rahim istri saya dan telah diganti dengan roh manusia. Sayapun mencium
tangan Guru sebagai rasa terima kasih yang teramat besar kepada
beliau, walaupun saya masih belum bisa mengerti kejadian itu
sepenuhnya. Kesadaran saya masih belum mampu memahami semuanya.

Pada saat hari - hari terakhir kehamilan istri saya, saya kembali
bercerita kepada Guru, termasuk berita bahwa anak ini tidak bisa lahir
normal karena ukuran kepalanya sudah terlalu besar untuk lahir normal.
Guru mengatakan bahwa secepatnya saja di-caesar. Maka, ditetapkanlah
waktu lahirnya: 11 November. Pada kesempatan itupun, Guru kembali
memeriksa 'isi' sang jabang bayi. Kata Guru: "Dia sudah mau pergi
lagi, tuh". Saya mengerti apa yang Guru maksud, yaitu sang roh yang
sudah dimasukkan oleh Guru beberapa waktu yang lalu.

Maka, lahirlah sang bayi dengan normal tanpa masalah. Hebatnya, luka
caesar istri saya pun cepat sembuh, tidak seperti normalnya. Hal ini
membuat dokter nya pun terkagum - kagum.

30 hari setelah lahir, yang hampir bertepatan dengan hari raya idul
fitri, kami mengadakan selamatan untuk bayi saya, yang saya sebut
sebagai 'anak pilihan' ini.

Sekarang, anak pilihan ini belum lagi berusia 3 tahun, tapi perjalanan
hidupnya penuh dengan kejutan, karena sangat berbeda dengan kakaknya.
Kemanapun dia pergi, dia selalu menjadi pusat perhatian orang, baik
ibu - ibu maupun anak - anak sekolah.

Pernah kami berjalan - jalan ke toko sepatu, membeli sepatu untuk
kakaknya. Dengan lincahnya, sang anak pilihan ini memilihkan sepatu
untuk kakaknya. Ketika saya pilihkan sebuah sepatu, dengan lantangnya
dia berkata: "Nggak cocok dong .." sambil melotot ke arah saya. Semua
orang yang sedang berbelanja saat itu spontan terbengong - bengong
melihat dia. Bagaimana tidak, anak belum berusia 3 tahun tapi sudah
bisa berkomentar seperti anak usia SD.

Banyak sekali kejadian - kejadian lain yang benar - benar mengejutkan
bagi saya dan istri saya. Benar - benar sebuah pengalaman yang tak
ternilai harganya. Inilah salah satu berkah Guru bagi saya dan
keluarga saya. Terima kasih, Guru ... terima kasih ... terima kasih.

Salam,
Antonius Suryajaya