I've been to paradise,
But I've never been to me
Wah .. wah ...
Bait lagu di atas merupakan potongan lagu dengan judul I've never been
to me, yang dinyanyikan oleh Charlene di tahun 1980-an. Isi lagunya
menceritakan bahwa dia sudah berkelana ke mana-mana, tapi dia tetap
kesepian.
Dia bertanya:
Hey, you know what paradise is?
It's a lie, a fantasy we create about people and places as we'd like
them to be
But you know what truth is?
It's that little baby you're holding, it's that man you fought with
this morning
The same one you're going to make love with tonight
That's truth, that's love......
Perjalanan mencari kebahagiaan memang melelahkan, memboroskan banyak
waktu, tenaga, dan biaya. Tapi, apakah Anda sudah menemukan si
kebahagiaan itu ? 25 tahun sudah alumni DB84 melanglang buana. Apakah
sudah menemukan kebahagiaan sejati ..? Bagi yang menjawab "sudah",
tanyakan apakah kebahagiaan yang didapatkan itu berlangsung selamanya
atau cuma singkat dan sesaat, karena kebahagiaan sejati itu akan
berlangsung selamanya, beda banget dengan kebahagiaan sesaat.
Lalu, di mana kebahagiaan sejati itu ..? Apakah dia suka main petak
umpet dengan kita ..?
[Ha .. ha .. ha ... Eh, tahu nggak, si Kebahagiaan itu pernah ngomong
gini: "Hei ... itu si Anton, saya mau sembunyi akh ... biar dia sibuk
mencari saya. Hahaha ... rasain luh, gue kerjain".]
Akhirnya, si Charlene sadar bahwa kebahagiaan itu ada di dalam diri.
Makanya, sejauh apapun dia berjalan, dia tidak akan menemukannya.
Bahkan, dia ngaku pernah ke Paradise. Di sanapun dia tidak menemukannya.
Oleh karena itu, dia kemudian mengatakan: "I've been to paradise, But
I've never been to me" (aku bahkan sudah ke Paradise, tapi aku sama
sekali belum pernah berkunjung ke diriku sendiri). Oh my God ...
Kecian banget dia ...
Ada yang bilang: Perjalanan yang paling panjang, yang paling
melelahkan, yang paling lama, yang paling mahal (padahal nggak pakai
ongkos), tapi yang paling menyenangkan adalah perjalanan ke dalam diri
sendiri.
Sudah pernah coba ...?