Ketika manusia berada dalam kondisi senang, secara sadar maupun tidak sadar, dia cenderung mengurangi kegiatan berdoanya. Tapi, ketika dia ditimpa kesulitan, sadar atau tidak sadar, dia menambah kegiatan berdoanya. Masalahnya, ketika sedang mengalami kesusahan, mereka merasa doa mereka tidak pernah didengarkan. Akibatnya, mereka merasa Tuhan itu sangat jauh sekali dari mereka dan mereka merasa kesepian.
Ketika kita katakan kepada mereka bahwa kesusahan yang mereka alami sekarang disebabkan oleh doa mereka di masa lalu, mereka akan mengatakan: "Apa dosaku sehingga aku harus mengalami hal seperti ini?".
Ketahuilah bahwa setiap doa kita pasti akan dijawab dan pasti akan terwujud. Masalahnya adalah kita tidak sadar ketika doa itu dikabulkan karena kita tidak menyadarinya. Kita hanya menyadari sesuatu yang kelihatan 'wah' atau 'aneh'. Tapi kita tidak menyadari terwujudnya doa dalam kehidupan sehari-hari yang terasa 'biasa-biasa' saja. Hanya orang - orang tertentu saja yang menyadari bahwa apa yang mereka alami sekarang sepenuhnya adalah hasil dari doa mereka di masa yang lalu. Itupun biasanya terbatas pada hal - hal yang mengenakkan saja.
Banyak orang yang berusaha mencari jalan agar doa mereka menjadi ampuh dan bisa terwujud dalam waktu singkat, tapi hanya segelintir orang yang berusaha mencari kapan doa mereka mencapai perwujudannya. Seampuh apapun sebuah doa, kalau kita tidak menyadari perwujudannya, maka doa itu tetap saja dianggap tidak ampuh. Doa yang dianggap ampuh hanya sebatas mukjijat dan mukjijat itu tidak selalu terjadi. Padahal, perwujudan doa ada di mana - mana dan terjadi setiap saat. Itulah sebabnya kenapa ada orang yang mengatakan bahwa Tuhan tidak pernah berhenti mendengar dan Tuhan tidak pernah tidur. Dia mengabulkan doa setiap umatnya kapan saja dan di mana saja.
Permasalahan pertama yang dilakukan oleh orang yang berdoa adalah bahwa mereka tidak mengerti keinginan mereka sendiri. Mereka tidak mengerti apa yang mereka inginkan dan mereka tidak mengerti apa yang mereka minta. Sebagian besar orang berdoa meminta berdasarkan gengsi, nafsu, dan egoisme mereka.
Seorang karyawan dengan gaji pas-pasan berdoa meminta sebuah mobil untuk mereka sendiri. Karena suatu mukjijat, dia memperoleh mobil yang dia inginkan. Kemudian dia menjadi begitu sayang dengan mobilnya sehingga dia rela memberikan sekian meter persegi dari rumahnya untuk menjadi tempat penyimpanan mobilnya. Pengorbanan untuk mobil itu mengakibatkan dirinya dan keluarganya tidur sempit - sempitan. Dalam jangka panjang, mereka akan menderita hanya karena keinginan untuk memiliki sebuah mobil.
Itu hanya satu contoh. Ada banyak contoh di dalam masyarakat kita yang memperlihatkan bahwa sebuah doa bisa menyebabkan penderitaan bagi yang memintanya. Ketika doa itu dikabulkan dan mereka menderita karenanya, mereka mengatakan bahwa Tuhan itu tidak adil.
Alangkah baiknya sebuah doa yang mengangkat derajat kita sebagai manusia dan menjadikan hidup kita lebih enak dan lebih menyenangkan. Untuk itu, kenalilah terlebih dahulu keinginan Anda. Renungkan dan pikirkan dengan matang keinginan Anda itu. Jangan menambah penderitaan Anda dengan keinginan yang timbul dari gengsi, nafsu, dan egoisme.
Doa juga perlu didorong dengan semangat. Kekuatan yang muncul dari semangat akan membuat doa kita semakin dekat dengan perwujudannya. Doa tanpa semangat sama seperti ketika kita membaca sebuah cerita rakyat. Ketika membaca sebuah cerita, kita tidak perlu membangkitkan semangat kita karena apa yang ada dalam cerita itu adalah sesuatu yang sudah terjadi. Sedangkan doa adalah sesuatu yang akan terjadi.
Doa juga harus disertai dengan rasa. Rasa yang dimaksud adalah rasa senang dan bahagia yang muncul ketika doa itu mencapai perwujudannya. Memiliki rasa dari doa itu sama seperti kita mendapatkan bayangan dari apa yang kita inginkan. Ada bayangan berarti ada wujudnya. Dengan mendapatkan bayangan, maka mendapatkan wujudnya hanya tinggal menunggu waktu.
Selanjutnya, perlu diketahui bahwa ada doa yang bisa diucapkan dengan kata-kata, tapi ada juga doa yang tidak bisa diucapkan dengan kata - kata, tapi hanya bisa digambarkan. Contohnya ketika Anda menginginkan sebuah mobil dengan warna coklat. Kalau Anda hanya mengatakan warna coklat, akan ada banyak variasinya. Ada coklat muda, ada coklat tua, ada coklat susu, ada coklat metalik, dan sebagainya. Tapi kalau Anda bayangkan warna coklat yang Anda inginkan, maka Anda tahu warna apa yang Anda inginkan.
Terakhir, kirimkanlah doa Anda itu ke alam karena ada Tuhan di sana. Katakan kepada Tuhan bahwa inilah yang Anda inginkan. Tegaskan doa Anda itu dengan ucapan 'Amin' atau 'Terjadi' atau apapun yang Anda ketahui untuk mengakhiri doa Anda.
Selanjutnya, berjaga-jagalah karena doa Anda bisa terwujud kapan saja dan dalam kondisi yang tidak Anda duga - duga. Bersiaplah selalu dan waspadalah selalu. Jangan ragu untuk mengulangi doa Anda agar semakin dekat perwujudannya ke diri Anda.