Salam Sirnagalih,
Hari ini adalah hari terakhir ngebleng kloter ketiga, yang sekaligus
hari terakhir untuk seluruh prosesi ngalong dan ngebleng di RSS
Tulodong. Banyak sekali berkat dan pengalaman yang telah diberikan
kepada kita semua sebagai peserta acara ini.
Sebagai seorang peserta kegiatan ini, saya pun merasakan sekali
bagaimana besarnya perubahan yang telah terjadi pada diri saya pasca
kegiatan ini. Otak memang tidak menyadari perkembangan ini. Tapi,
fakta dalam kehidupan telah menyajikan banyak bukti sehingga mau
tidak mau, otak saya pun mengakui perubahan itu.
Saya ingin menceritakan pengalaman saya pada saat ngebleng yang
kemudian memunculkan pemahaman dalam diri saya, yang salah satunya
telah saya jadikan judul message saya, yaitu "Bukan kamu yang memilih
Aku, tapi Akulah yang memilih kamu".
Semenjak berakhirnya acara ngebleng team inti (kloter 0) sampai
dengan saat ini, kalau saya mengingat dan merenungkan kejadian -
kejadian di malam terakhir itu, air mata saya akan mengalir keluar
dengan sendirinya, karena tidak ada kata - kata yang bisa
mengungkapkan kebesaran Nya yang dipancarkan pada saat itu. Hanya air
mata sajalah yang bisa mengungkapkannya.
Saat merenungkannya, saya berpikir: siapakah saya ini sehingga saya
sampai diberi kesempatan untuk merasakan dan menyaksikan semua
kebesaran Nya ini. Diri saya begitu hina, persis seperti binatang
paling hina yang dikalungi mutiara paling berharga. Saya tidak
menyadari betapa bernilainya mutiara itu dan saya masih tetap bermain
dengan lumpur. Begitu hinanya saya.
Tapi, justru dari kehinaan itu, saya telah diangkat Nya, saya diberi
Nya kesempatan untuk menyaksikan dan merasakan langsung kebesaran
Nya. Bertubi - tubi, Dia berikan energi pengampunan, dia bersihkan
saya dari lumpur kehinaan saya. Dia selimuti saya dengan energi
Rahman Rahim Nya yang luar biasa. Teguran keras Nya benar - benar
menjadi berkat yang luar biasa bagi saya.
Seolah - olah Dia berkata kepada saya: "Betapapun kotor dan hinanya
kamu, betapapun busuknya kamu karena dosa - dosamu, kalau Aku
menginginkan engkau bersih, maka seketika itu juga jadilah engkau
bersih". Maka, teringatlah saya bahwa: "Teratai yang indah itu justru
muncul dari dalam lumpur".
Lebih dari 3 minggu setelah kejadian itu, saya terus merenungkan diri
saya. Setiap kali saya mengingat kejadian itu, air mata saya akan
mengalir, sama seperti derasnya air mata saya pada saat membagikan
pengalaman ini di milis ini. Banyak pengertian yang muncul dalam diri
saya karena kejadian itu.
Salah satu nya adalah tentang kenapa saya sampai di Sirnagalih ini
dan malahan diterima bergabung dalam wahana team inti Sirnagalih,
padahal diri saya ini demikian hinanya. Jawabannya ada pada judul
message saya ini, yaitu: "Bukan kamu yang memilih Aku, tapi Akulah
yang telah memilih kamu". Jadi, bukan saya yang memilih untuk ikut
Sirnagalih dan menjadi anggota team inti Sirnagalih, tapi justru Dia
lah yang telah memilih saya, karena apapun yang Dia kehendaki,
semuanya pasti akan terjadi.
Sudah dulu yaa ... nggak tahan nih, sudah habis 3 lembar tissue untuk
membendung air mata. Nggak enak dilihat sama yang lain.
Salam,
Antonius Suryajaya