Dalam kehidupan jaman sekarang, banyak orang mengejar gelar 'kaya' dan menjauhi gelar 'miskin'. Orang akan merasa hidup lebih enak jika mendapatkan gelar 'kaya' dan merasa gelisah ketika masih mendapatkan gelar 'miskin'. Saya sendiri memberikan gelar kepada mereka 'aneh' ...
Manusia sendiri datang ke dunia ini tidak mempedulikan dirinya 'miskin' atau 'kaya'. Dia ingin datang maka dia akan datang. Saya sendiri juga dilahirkan tanpa bisa memilih status 'kaya' atau 'miskin'. Jadi, pada hakekatnya gelar atau status 'kaya' atau 'miskin' itu tidaklah nyata.
Gelar 'kaya' diberikan kepada orang atau sekelompok orang yang berada pada posisi 'lebih' ketika dibandingkan dengan orang atau kelompok orang lain. Demikian juga halnya gelar atau status 'miskin'. Ketika orang atau kelompok orang itu dibandingkan dengan orang atau kelompok lain yang 'lebih' daripada mereka, maka gelar mereka berubah menjadi 'miskin'. Jadi, gelar atau status itu bersifat relatif, sangat relatif.
Oleh karena itu, kita bisa menyimpulkan bahwa gelar atau status 'kaya' atau 'miskin' itu tidak lebih daripada sebuah perbandingan belaka. Apabila kita menghapus atau menghilangkan perbandingan itu, maka gelar atau status 'kaya' atau 'miskin' itupun akan hilang. Pada akhirnya, semua manusia akan sama statusnya.
Tapi, ketika gelar atau status itu tidak dikenal lagi oleh manusia, apakah manusia akan kehilangan salah satu kenikmatan hidupnya yaitu kenikmatan mendapatkan gelar/status 'kaya' dan semangat juang ketika mendapatkan gelar/status 'miskin' ?